Gus Luthfi, Ketua Pergunu DKI: Jadikan Guru NU sebagai Spiritual Father

Gus Luthfi, Ketua Pergunu DKI: Jadikan Guru NU sebagai Spiritual Father

PERGUNUJAKARTA.ORG – Ketua PW Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta, Lutfi Hakim Wahid, MM menyampaikan konsep Guru NU sebagai Spiritual Father di acara Ruwahan dan Halaqah Guru Nahdlatul Ulama Se-Jakarta Barat di Masjid KH Hasyim Asy’ari Jakarta (11/4).

“Guru NU harus memiliki hard skill dan soft skill. Yang memiliki hard skill ditunjukkan dengan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesionalnya dan yang memiliki soft skill ditunjukkan dengan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosialnya. Soft skill yang dimiliki oleh guru akan melandasi hard skill yang dimilikinya. Di situlah Guru disebut sebagai bapak ruhani (spiritual father)” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Lutfi juga berpesan bahwa Ruwahan berasal dari kata Ruwah atau bulan Arwah yang mempunyai makna penting sebagai momentum bagi semua yang masih hidup untuk mengingat jasa dan budi baik para leluhur. Ziarah pada bulan Ruwah ini mengandung makna dan filosofi tentang keimanan, agar dalam hidup ini tetap mengingat tentang “sangkan paraning dumadi” dengan cara menghormati para leluhur.

Karena saat ini masih masa pandemi, lebih baik berdoa di rumah saja demi menjaga Kesehatan kita semua Insya Allah Acara ini bertujuan untuk mensyiarkan prinsip-prinsip Islam moderat atau Islam wasathiyah. Islam moderat yang menekankan kepada nilai-nilai atau kultur di Indonesia. Sehingga nilai Islam moderat ini bisa lebih muncul ke permukaan. (Red)

Share this post