PERGUNU DKI Adakan Khotmil Qur’an di Masa Pandemi

PERGUNU DKI Adakan Khotmil Qur’an di Masa Pandemi

Jakarta, PERGUNUJAKARTA.ORG – Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) DKI Jakarta terus melakukan berbagai usaha dalam menghadapi pandemi global yang melanda Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya hataman Al-Qur’an dan pembacaan sholawat Nariyah sebanyak 4444 kali. Kegiatan tersebut bertempat dikediaman Gus Luthfi pada ahad (6/9), Cililitan, Jakarta Timur.

Lutfi Hakim Wahid, MM yang juga ketua PW Pergunu DKI Jakarta mengungkapkan bahwa kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk usaha nyata sebagai seorang hamba yang selalu mengharapkan pertolongan dari Allah SWT. Sudah semestinya pandemi yang menimpa selama ini dijadikan sebagai pelajaran agar kembali kepada sang pencipta setelah disibukan dengan urusan duniawi.
“Kita sudah melakukan ikhtiar lahir batin, baik dokter, pemerintah, maupun masyarakat yang telah berupaya secara maksimal mencegah penularan. Bahkan sudah banyak dokter yang gugur karena Corona. Jangan lupa, mari kita selalu berdoa untuk mereka yang gugur maupun untuk kita sendiri setiap waktu. Agar kita semua diberikan kesehatan serta diberikan kekuatan oleh Allah SWT atas segala ujian di dunia ini, semoga Allah SWT mengabulkan segala permohonan doa kita semua. Amin,” Ujar Gus Lutfi sapaan akrabnya.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 19.30 WIB dan digelar sesuai protokol kesehatan diikuti sejumlah pengurus Pergunu se-Dki Jakarta. Adapun harapan dari kegiatan tersebut agar secepatnya diangkat pandemi global yang menimpa selama ini.
“Bakda Isya kita tawasulan dan dilanjut membaca sholawat nariyah sebanyak 4444 yang di pimpin Gus Zaenal (Pergunu Jaksel) dan Khotmil Qur’an dipimpin oleh Gus Ahmad (Pergunu Jaktim) kami berharap semuanya yang hadir untuk mengikuti protokol kesehatan yaitu social distancing,” ungkap Gus Lutfi yang juga dosen Universitas Islam Assyafiiyah.

Pandemi yang sekarang melanda di belahan dunia semestinya menjadi media untuk mendekatkan diri kepada sang kuasa. Manusia dituntut untuk terus melakukan usaha sesuai kemampuan agar harapan diangkatnya pandemi Covid-19 segera diangkat. Selain itu, setelah melakukan usaha dalam bentuk jasmani manusia juga dituntut agar usaha dalam bentuk rohani. Yaitu dengan bentuk pasrah kepada Allah SWT atas segala usaha yang telah dilakukan.
“Kami meminta seluruh yang hadir di acara ini mari kita bersama sama menengadahkan kedua telapak tangan memohon pertolongan Allah SWT di malam Muharam ini,” ujar Gus Lutfi yang saat ini masih sebagai karyawan PT Balai Pustaka ( Persero ). Red

Share this post