PW PERGUNU DKI Ikuti FGD Kependidikan

PW PERGUNU DKI Ikuti FGD Kependidikan

PERGUNUJAKARTA.ORG – Pengurus Wilayah Persatuan Guru NU DKI Jakarta (PW PERGUNU DKI JAKARTA) yang diketuai oleh Gus Luthfi menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh LP Ma’arif NU dengan tema “Rethinking Standar Nasional Pendidikan dalam Mewujudkan Revolusi Mental Presiden Jokowi”. FGD diselenggarakan di Gedung PBNU Jl. Kramat Raya 164, Jakarta 46133 (27/06).

Gus Luthfi dan Pengurus PW Pergunu DKI Jakarta didampingi Sekjen LP Maarif PBNU

FGD dibuka Ketua Umum PBNU yang diwakilkan kepada Wakil Sekretaris PBNU KH Masduki Baidlowi. Arahan dari KH Masduki Baidlowi bahwasanya LP Maarif harus mengambil peran penting dalam pengembangan sistem pendidikan nasional bukanya hanya focus pada sekolah binaanya saja.

“Melalui lembaga pendidikan binaannya yang tersebar di seluruh daerah Ma’arif NU tidak hanya berkepentingan pada berjalannnya proses pembelajaran, tetapi juga terselenggaranya kualitas pendidikakan Indonesia.” Terangnya.

Acara FGD yang diselenggarakan oleh LP Ma’arif di pimpin oleh moderator Saidah Sakwan dan dihadiri tiga pembicara, yakni Ketua Lakpesdam PBNU H Rumadi Ahmad, Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Kementerian Agama RI H A Umar, dan Kabag Organisasi dan Bidang Hukum Kemendikbud Reny Parlian.

Ketua LP Ma’arif PBNU KH Arifin Junaidi dalam sambutanya menilai, 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Isi, Kompetensi Lulusan, Proses Pendidikan, Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan Pendidikan, Penilaian Pendidikan, dan Pendidik dan Tenaga Kependidikan ) masih sangat fisik sifatnya, menurutnya keberhasilan sebuah sekolah bisa dilihat dari hal ini. Melalui forum FGD ini, LP Ma’arif mengusulkan memasukkan satu standar lagi sehingga menjadi 9 standar. Standar itu berupa karakter yang di dalamnya mencakup religiusitas, toleransi, dan kebangsaan.

“Ini semakin membuat kita sadar bahwa standar pendidikan jangan hanya itu. Kalau itu, dari segi fisik katakanlah sudah terpenuhi, tapi dari sikap kebangsaan, keagamaan dan sebagainya tidak terpenuhi. Apakah kita menginginkan ke depan generasi bangsa kita berpandangan sangat jauh dari cita-cita kemerdekaan kita?” jelasnya.

Dalam penutupanya Arifin menyatakan akan kembali mengundang peserta aktif pada acara FGD yang diselenggarakan pada tanggal 27 Juni 2019, FGD berikutnya LP Maarif akan menghadirkan Bapak Mentri Pendidikan RI. (Mubay)

Share this post