Pergunu Adakan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru

Pergunu Adakan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru

Jakarta, NU Online, Minimnya upaya peningkatakan kapasitas guru dalam hal keterampilan menulisa karya ilmiah menggerakkan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta untuk melakukan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah untuk guru, Selasa (14/8) di Gedung PBNU Jakarta.

Salah satu pengurus PP Pergunu Habiburrohman mengatakan, selama ini salah satu syarat kenaikan pangkat ialah mengharuskan guru menghasilkan karya ilmiah. Tuntutan inilah yang berusaha difasilitasi oleh Pergunu.

“Pelatihan berangkat keluh kesah guru, salah satunya ketika ingin mengurus kepangkatan, harus ada karya tulis ilmiah, Pergunu membantu, karena kita salah satu tugas organisasi profesi guru yang bertugas mengembangkan kompetensi guru,” ujar Habiburrohman.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber Prof Sugiyono, pakar metodologi penelitian yang telah menelurkan 15 karya buku tentang metodologi penelitian ilmiah. Sugiyono saat ini menjabat sebagai Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Selain diikuti oleh anggota Pergunu, pelatihan penulisan karya tulis ilmiah diikuti oleh guru madrasah, juga mengundang salah satu organisasi profesi guru, salah satunya Persatuan Guru Madrasah Indonesia.

Wakil Ketua PP Pergunu Aris Adi Leksono menjelaskan, dari kegiatan ini, peserta yang berjumlah lebih kurang 50 guru ini akan mendapatkan gambaran judul setelah pemaparan materi.

“Setelah penyampaian materi selesai, guru akan membuat rencana tindak lanjut berupa penulisan. Kemudian akan dibuat jurnal bersama yang berisi karya-karya dari tindak lanjut pelatihan ini,” jelas Aris.

Dia menjelaskan, pelatihan ini akan diperluas secara nasional, apa yang dilakukan oleh Pergunu DKI ini semacam langkah awal karena problem karya tulis ilmiah ini merupakan persoalan nasional yang dihadapi setiap guru.

“Bakal dikembangkan oleh PW Pergunu se-Indonesia. Langkah harus seimbang, sebab pengangkatan jabatan selama ini tidak disertai dengan pelatihan memadai tentang karya tulis ilmiah yang menjadi salah satu syaratnya,” ucapnya.

Guru-guru, sambung Aris, selama ini kaya akan teori dan metode pembelajaran di kelas, tetapi kompetensi penulisan karya ilmiah yang menjadi salah satu syarat naik jabatan tidak terlalu difasilitasi.

“Pergunu berupaya memfasilitasi sehingga guru-guru di sejumlah naungan lembaga bisa merasakan manfaat dari apa yang diselenggarakan oleh Pergunu,” terangnya.

Selama ini, tandasnya, pelatihan metodologi penulisan karya ilmiah belum ada. Pelatihan untuk guru kerap kali hanya tentang PTK, administrasi dan metode pembelajaran.

“Tetapi semua itu kan harus terukur dengan metodologi penulisan ilmiah sehingga seimbang antara kebijakan dan tuntutan,” tegas Aris.

Sementara itu, Prof Sugiyono mengapresiasi langkah Pergunu untuk menggelar pelatihan penulisan karya ilmiah. Untuk seorang guru, hal ini merupakan keterampilan pokok.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pergunu ini dalam menginisiasi forum pelatihan karena upaya bisa meningkatkan kapasitas guru secara umum dalam hal penelitian ilmiah,” ujarnya. (Fathoni)

 

Share this post